Jumat, 16 Oktober 2009

happy birthday to my mother

to the greatest mom on earth, orang yg gw takutin #1 tp gw hormatin dan gw sayangin dan semua apa yang dibilangnya adalah doa dan semacam summon buat gw;

"happy birthday to you mom Enden Syafrudin, may Allah always bless you with health, wealth and Iman.
be a good mother just as ever who always pray for good things and good deeds.
jangan pernah gak doain saya ya mah"

me mom the best.
me and me mom
jadi tadi jam stg 4 waktu sini (stg 5 waktu WITA) gw sms emak gw. dibales dong, nyokap gw bilang, semoga gw dan adik2 gw adalah hadiah terbaik dari Allah.
gw nangis dong.

*kayanya all about my mother will make me cry* I miss my mom, dad, sis and bro.

yah pokonya wilujeng tepang taun mamahkyu tersayang.

1 komentar:

  1. Kalo begitu bisa nangis ngga baca ini:

    Anakku tercinta...ketika mama sudah tua, bukan lagi mama yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap mama.

    Ketika mama terciprat sup, ketika mama lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu Mama mengajarmu.

    Ketika Mama berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraan Mama. Ketika kau kecil, Mama selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali Mama ceritakan agar kau tertidur.

    Ketika mama memerlukanmu untuk memandikan mama, jangan marah pada mama. Ingatkah sewaktu kecil mama harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

    Ketika mama tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejek mama. Pikirkanlah bagaimana dahulu Mama begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

    Ketika mama tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti Mama memapahmu saat kau belajar waktu masih kecil.

    Ketika Mama seketika melupakan pembicaraan kita, berilah Mama waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagi Mama, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, Mama sudah sangat puas.

    Ketika kau memandang Mama yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah mama, dukung mama, seperti mama menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu mama memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani Mama menjalankan sisa hidup Mama.

    Beri Mama cintamu dan kesabaran, Mama akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cinta Mama yang tak terhingga untukmu.

    Ibumu yang selalu menyayangimu!

    BalasHapus